Kamis, 06 Desember 2012

Reggea Dan Ganja

Siapa yang tak kenal Bob Marley, Dia merupakan  musisi asal Kingston Jamaica ini di anggap seperti nabi oleh sebagian pecinta musik reggae.  Bob Marley adalah musisi yang mempopulerkan genre reggae dalam jagat industri musik dunia. Lirik lagu yang di ciptakan oleh Bob Marley, memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk berjuang dan bicara tentang perdamaian. Seperti penggalan lirik lagu Redemption Song diatas.
Bob Marley 

Reggae merupakan suatu genre musik yang berkembang di Jamaika. Reggae sendiri seperti merupakan campuran dari aliran ska danrocksteady. Musik reggae merupakan kombinasi dari iringan musik tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta lagu rakyat Jamaika.
Reggae diketahui orang banyak sebagai musik rakyat Jamaika. Namun sebenarnya reggae ini awalnya berasal dari New Orleans, kota R&B (Rhythm and Blues). Musik ska, yang mempunyai pengaruh kuat pada reggae, juga berasal dari New Orleans yang diperdengar  dari siaran radio Amerika lewat radio transistor mereka.
Iringan gitar pas -pasan dan putus-putus merupakan interprestasi para musisi akan R&B yang populer di tahun 60an. Kemudian semasa musim panas, merekapun merasa lelah dan panas apabila memainkan musik ska beserta tariannya. Akhirnya para musisi ini bereksperimen dengan memperlambat lagu, dan akhirnya lahirlah reggae.
Raggae tak harus Rasta dan hisap ganja

Pertama kali Ganja di golongkan Narkotika

Di Amerika, RUU tahun 1929 menetapkan dibentuknya  2 ladang narkotik Indian Hempuntuk pengobatan bagi individu yang mengalami adiksi ganja (ketergantungan fisik) atau mengalami kebiasaan menggunakan ganja (ketergantungan psikologis). Di dalam undang-undang inilah pertama kalinya ganja diidentifikasikan sebagai narkotik.
Ganja bukan Narkotika
Ganja bukan Narkotika
Pemerintah Amerika kemudian meminta laporan resmi mengenai efek ganja kepada dokter Cumming. Laporan dokter Cumming tidak dapat mengidentifikasi perbedaan dari penggunaan ganja secara moderat dan kronik. Namun, kesimpulan dari penelitiannya menyatakan bahwa ganja adalah narkotik dan merupakan suatu kebiasaan bukan adiksi (menyebabkan adiksi psikologis, bukan adiksi fisik).
Laporan penelitian tersebut menciptakan suatu ambiguitas istilah yang dinamakan “narkotik”. Dari sudut pandang biologis, narkotik menginduksi narkosis (mati rasa, tidur) dan analgesia (pengurangan rasa sakit). Narkotik yang paling umum adalah opiat dimana memiliki potensi adiksi yang sangat tinggi walaupun digunakan secara moderat. Dampak yang paling fatal dari pengategorian ini adalah status legal ganja tidak lagi dibedakan dari opiat dan kokain. Oleh karena itu, pandangan bahwa penggunaan ganja merupakan suatu kebiasaan berubah menjadi seorang morfinis atau manusia tidak bermoral. Laporan penelitian ini memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap persepsi negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan ganja (Bonnie & Whitebread, 1974). Sampai sekarang  Tidak ada bukti ilmiah bahwa ganja dapat menyebabkan ketergantungan fisik.
Saya sebagai ADMIN memang mendukung  pelestarian Ganja terhadap kehidupan,,,,
taukah manteman berbagai fungsi dan manfaat ganja???
manfaat ganja untuk kehidupan manusia sangat beragam,,,
manteman dapat mengklik alamat link di bawah ini agar manteman semua tahu benar apa fungsi GANJA itu:

Ganja Bukan Narkotika

      Marijuana (ganja) bukanlah narkotika.Walaupun undang-undang menyebutnya sebagai narkotik, ganja berbeda secara farmakologis dengan keluarga dan turunan opium dan narkotik sintetis.Marijuana (ganja) tidak menyebabkan kecanduan. Pemakaiannya tidak memunculkan ketergantungan fisik.
ganja
Ganja bukan Narkotika
“Mayor’s Committee on Marihuana, New York City, 1944; Allentuck & Bowman, 1942; Freedman & Rockmore, 1946; Fort, 1965a, 1965b; Panama Canal Zone Governor’s Committee, 1933; Phalen, 1943; Indian Hemp-Drug Commission, 1894; Watt, 1965; I Crim 5351 Calif. District Court of Appeal, 1st Appel. Dist.; United Nations, 1964a, 1964b”
Pada persentasi kecil individu, sebuah “ketergantungan psikologis” dapat terbentuk, namun predisposisi harus ada terlebih dahulu. Dalam makalahnya, “Ketergantungan dari Jenis Hashish,” Watt (1965,p.65) menyimpulkan : Kebiasaan ini sifatnya sosial dan mudah ditinggalkan. Kerusakan kepribadian dan gangguan psikotik yang pernah atau sedang berjalan adalah faktor-faktor penting yang mendasari terbentuknya kebiasaan mencandu.
Marijuana (ganja) tidak berbahaya bagi kesehatan. Bahkan bila digunakan dalam jangka waktu yang lama, ia tidak tampak menyebakan gangguan fisik atau psikologis.      “Mayor’s Committee on Marihuana, New York City, 1944; Freedman & Rockmore, 1946; Fort, 1965a, 1965b; Panama Canal Zone Governor’s Committee, 1933; Phalen, 1943; Indian Hemp-Drug Commission, 1894; Becker, 1963″
Marijuana (ganja) tidak cenderung melepaskan “perilaku agresif.” Sebaliknya, penggunaannya menghambat perlaku agresif; ia bertindak sebagai “penenang.” (Mayor’s Committee on Marihuana, New York City, 1944; Fort, 1965a, 1965b; Panama Canal Zone Governor’s Committee, 1933; Phalen, 1943; Garattini, 1965)

Tentang Ganja

Penjelasan Reggae Musik Pecinta Damai


Reggae Musik Pecinta Damai
Reggae Musik Pecinta Damai

Masih terinspirasi dengan sebuah lagu yang membuatku bertanya-tanya apa maksud dari lagu tersebut, kali ini lagu dari reggaeman yang bernama Tony Q Rastafara, yang mengatakan “Reggae gak harus gimbal, Reggae gak harus baganjo, Reggae musiknya ‘pecinta damai’. dan inilah alasan dari lagu tersebut…
Tony q rastafara
Tony q rastafara
Di Indonesia, reggae hampir selalu diidentikkan dengan rasta. Padahal, reggae dan rasta sesungguhnya adalah dua hal yang berbeda,. Reggae adalah nama genre musik, sedangkan rasta atau singkatan dari rastafari adalah sebuah pilihan jalan hidup, way of life,” ujar Ras Muhamad“, pemusik reggae yang sudah 12 tahun menekuni dunia reggae di New York dan penganut ajaran filosofi rasta. Repotnya, di balik ingar-bingar dan kegembiraan yang dibawa reggae, ada stigma yang melekat pada para penggemar musik tersebut. Dan stigma tersebut turut melekat pada filosofi rasta itu sendiri. ”Di sini, penggemar musik reggae, atau seringdiidentikkan salah kaprah disebut rastafarian, dengan pengisap ganja dan bergaya hidup semaunya, tanpa tujuan,“ ungkap Ras yang bernama asli Muhamad Egar ini. Padahal, filosofi rasta sesungguhnya justru mengajarkan seseorang hidup bersih, tertib, dan memiliki prinsip serta tujuan hidup yang jelas.

RIWAYAT BOB MARLEY


Sejarah Bob Marley
Bob Marley
Dia Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.
Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.

Riwayat dan Perjalanan Karir Tony Q Rastafara

Tony Waluyo Sukmoasih (populer dengan nama Tony Q atau Tony Q Rastafara; lahir di Semarang, Jawa Tengah, 27 April 1961; umur 50 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia beraliran reggae yang telah aktif di ragam tersebut sejak tahun 1989. Dia bersama grup musiknya Rastafara memopulerkan istilah “rambut gimbal” (gaya rambut dreadlock) di Indonesia lewat lagu dengan judul yang sama pada tahun 1996. Tony Q Rastafara telah menjadi ikon musik reggae Indonesia. Dia dianggap sebagai pelopor reggae di Indonesia, karena dia tak hanya berkecimpung di ragam tersebut sejak lama, namun juga mengembangkan karakter musik reggaenya sendiri, dimana dia memasukkan banyak unsur tradisional Indonesia ke musiknya, dan mengangkat tema-tema khas Indonesia dalam musiknya

Kehidupan Pribadi Tony Q Rastafara

Profil Tony Q Rastafara
Tony Q Rastafara
Tony Q adalah seorang lulusan STM Perkapalan di Semarang. Sebelum terjun ke dunia musik, pada tahun 1980 Tony Q pernah bekerja selama enam bulan di bagian quality control (pengendalian mutu) di sebuah pabrik pengalengan milik perusahaan Singapura di Cakung, Jakarta Timur. Namun kemudian dia meninggalkan pekerjaan tersebut dan memilih untuk menjadi pengamen di jalanan dan seorang musisi, menghadapi tentangan keras keluarganya. Dia sempat menjadi pengamen selama lima sampai enam tahun di daerah Blok M, Jakarta.

Profil Ras Muhammad dan Perjalanan Karirnya

Ras Muhamad yang lahir di Jakarta hijrah mengikuti keluarganya ke New York City dan tinggal di sana dari tahun 1993 sampai Juli 2005. Perjalanan musikalnya sebagai seorang pemusik, penyanyi dan pengarang lagu yang menjadikannya sebagai solo-ist Reggae berawal sejak ia menjelang remaja, saat ia tinggal di daerah Queens, di kota dunia tersebut. Ras Muhamad pernah membentuk sebuah band rock pada saat di SLA, kemudian membentuk kelompok duet Rap/Hip Hop Duo bernama “Ronin” pada tahun pertama dia di Kolese.
Profil Ras Muhammad